Selasa, 29 Maret 2016

Membayangkan Dunia Tanpa Pacaran

Bukan maksud menggurui, ane juga sebelum menikah sempat "menikmati" masa pacaran dan berganti2 pacar. Tapi disini ane cuman berbagi pikiran untuk membayangkan bagaimana ya kalo misalnya semua orang sepakat tidak akan menjalani masa pacaran dan akan langsung menikahi wanita/pria yang dia senangi setelah perkenalan tanpa pacaran

Note (Update setelah baca komen2 agan):
Dalam konteks trit ini, pacaran yg dimaksud adalah kegiatan yg ada istilah jadian, istilah si A udah jadi pacar si B jadi ga ada pihak lain boleh memiliki si A atau si B selama masih dalam status pacar, istilah putus, dll yg intinya ada istilah2 yg tidak ada dalam pertemanan.
Sepertinya semua setuju kalau pacaran tidak sama percis dengan pertemanan/sahabatan

1. Pasangan yang dimiliki/dinikahi adalah pasangan terbaik


Kenapa bisa bilang begitu? karena ketika tidak ada pacaran dan langsung menikah maka pasangan yang dinikahinya itu adalah pasangan pertama dan satu-satunya yang pernah dimiliki, ga punya pasangan lain (mantan) untuk dibandingkan

2. Tidak ada kekhawatiran dapat "barang bekas"


Ketika menikah, saat ini banyak juga orang yg khawatir apakah pasangan dia masih "gress" atau udah "bekas" karena ya gatau kan apa aja yang udah dilakukan bersama pasangan (mantan) nya dulu.
Tapi kalo tidak ada istilah pacaran, status "kesucian" pasangan sudah bisa jelas terlihat, dimana kalo gadis/bujang (belum pernah menikah) berarti masih "tersegel", kalo janda/duda (telah menikah) ya sebaliknya.

Note:
"bekas" disini tolong tidak diartikan udah ga perawan/perjaka/pernah nges*x, dll sebagainya.
ane cuman ambil dari kata "mantan" yang artinya "bekas"

3. "Belajar" bersama ketika telah menikah


Belajar tanda kutip yang dimaksud itu belajar bermesraan dengan pasangan, semua hal mesra yang dilakukan bersama pasangan adalah yang pertama kalinya bagi keduanya dan tentu hal itu terasa adil dan menyenangkan bagi kedua belah pihak

4. Minim hati yang tersakiti akibat putus cinta


Saat ini sangat jelas kalo kasus putus cinta saat berpacaran lebih banyak dibanding dengan perceraian, melakukan putus saat pacaran lebih mudah dibandingkan melakukan perceraian karena masih merasa belum punya ikatan kuat dan tidak sampai harus membawa keluarga besar dibanding dengan bercerai, walaupun berakhir dalam ikatan yang belum kuat tapi secara jujur perasaan sakit hati pasti ada pas putus itu, malah sampai ada yang bunuh diri.
Nah kalo istilah pacaran hilang maka jumlah orang yang tersakiti pun otomatis berkurang


Mungkin nanti banyak yang merespon dengan menggambarkan hal-hal positif dari pacaran, dan akan sangat dipersilahkan, atau menambahkan apa yang kurang dari trit ini, semua ditampung dan yang komennya oke langsung ditancapkan di page one
Tapi kalo alasan positifnya untuk mengenal pasangan agar lebih tau tentang dia sebelum memutuskan menikah, buat saya itu ga termasuk, karena mengenal seseorang tidak harus melalui pacaran namun bisa lewat pertemanan dengan dia atau bisa didapat dari orang terdekatnya, kenapa ane bisa bilang gini karena pengalaman pribadi, istri ane kelakukan ketika pacaran dan pas udah menikah jauh tuh, pas ditanya kenapa pas pacaran ga kayak gini karena katanya jaim, kalo keluarkan kelakuan aslinya takut ga dinikahi nanti katanya, tapi karena ane udah terlanjuur sayang ya semua kekurangan maupun kelebihannya ane terima




User Kaskus : zimonet
Load disqus comments

0 komentar