Kamis, 01 September 2016

Jenis Kepribadian dan Sistem Pertahanan Diri


Menurut teori terkenal dari SIGMUND FREUD, kepribadian manusia itu terdiri atas 3 bagian yaitu id, ego dan superego.

id berada di alam bawah sadar sedangkan ego dan superego ada di alam sadar.

berikut adalah pengertian dari 3 komponen tersebut:

1. id adalah struktur dasar dari kepribadian, istilah umumnya adalah insting.


2. ego adalah struktur kepribadian yang mengontrol kesadaran dan mengendalikan perilaku seorang manusia.


3. super ego adalah refleksi dari nilai - nilai sosial dan tuntutan moral, istilah kerennya norma.


ketiga komponen tersebut telah ada dan tertanam dalam diri seorang manusia sejak dia dilahirkan, namun ketiga komponen diatas sering saling bertentangan antara satu dengan yang lain contohnya adalah saat id dan super ego tidak menemui titik temu muncul kecemasan.

Kecemasan ini mendorong timbulnya ego defense mechanism atau mekanisme pertahanan diri.


contoh kasus sederhana :

ketika kita tengah berada di dalam kelas dan mendengarkan dosen mengajar. id yang akan timbul adalah mengantuk maka ego akan berusaha menghilangkan rasa kantuk tersebut, sedangkan superego berperan dalam norma yang logis dan mengeluarkan pendapat

"jika tidur di kelas itu tidak sopan atau tidak baik cara yang lebih baik dengan minta ijin mencuci muka".

Namun saat terjadi kecemasan karena id dan super ego tidak sinkron contoh karena mengantuk sekali sehingga dia malas meminta ijin atau di karenakan dosen yang tengah mengajar itu "killer" sehingga kita tidak berani meminta ijin atau malah tertidur juga, akhirnya dia berusaha mengalihkan hal itu kepada sesuatu atau seseorang dengan berbagai macam cara, pengalihan itulah yang bisa disebut ego defense mechanism.


ego defense mechanism adalah strategi yang dipakai individu untuk menolak impuls instingtif yang tidak dikehendaki sekaligus melindungi individu dari kecemasan yang berlebihan.

ego defence mechanism terbagi dalam 10 jenis yaitu :

1. Represion (represi):


upaya mereduksi ketegangan dengan cara menekan ide, ingatan, fikiran yang dapat menimbulkan kecemasan keluar dari kesadaran.

2. Denial (penyangkalan):


menolak mengakui adanya stimulus yang mengakibatkan kecemasan.

3. Reaction Formation (formasi Reaksi):


Pengembangan sikap dan pola perilaku yang ia sadari, yang bertentangan dengan apa yang sebenarnya ia rasakan atau ingin lakukan.

4. Regresi:


Sikap untuk selalu kembali mundur ke tahap perkembangan terdahulu.

5. Displacement (pemindahan):


Pengalihan emosi yang semula ditujukan pada seseorang/benda lain yang biasanya netral atau lebih sedikit mengancam dirinya.

6. Identifikasi (Identification):


Sebuah upaya untuk mereduksi ketegangan dengan cara meniru atau mengidentifikasi diri dengan orang yang dianggap berhasil memuaskan hasratnya dibanding dirinya.

7. Sublimation:


Pengubahan dorongan-dorongan yang berbahaya menjadi motivasi yang positif dan dapat diterima secara sosial.

8. Proyeksi:


Mekanisme pertahanan ego yang mengeluarkan kecemasan dengan cara mengarahkan kecemasan ke orang lain.

9. Rasionalisasi:


Mekanisme pertahanan ego yang memberikan penjelasan logis terhadap prilaku yang sebenarnya didorong oleh id.

10. Reversal (pembalikan):


mengubah status ego dari aktif menjadi pasif.

semua mekanisme pertahanan yang tersebut diatas memiliki tiga ciri persamaan yaitu :

1. Beroperasi pada level tak sadar

2. Selalu menolak, memalsu atau memutar balikkan kenyataan

3. mengubah persepsi nyata seseorang sehingga stimulus menjadi kurang mengancam.



User Kaskus : zaros87
Load disqus comments

0 komentar